Wajah Pertarungan Politik di Tahun 2013

Apa karakter dari arena pertarungan ini? Penting untuk bisa pahami polanya.

Pertama, karakter ketidakpercayaan dan ketidaknyamanan antar aktor yg ada dlm arena. Bahkan meski mereka punya nasab keluarga.

Shg sifat pertarungan akan jadi sgt emosionil. "Kalap" bahasa awamnya. "Kill or to be killed". Serem ya?

Karakter kedua, multi-target fighting krn banyak aktor dgn kepentingan masing2. Bisa kolaborasi sesaat tp sgr saling hantam setelahnya

Alhasil pola tarung agak acak dan semua jurus akan dipakai. Tapi dlm situasi begini akan ada yg bermain diam2 tp mematikan.

Karakter ketiga, politisasi kasus2 hukum. Pengungkapan dan pemprosesan kasus hukum bukan tuk penegakan hukum tp pembunuhan politik.

Alhasil judulnya "killing you softly". Vonis pengadilan gak utama, yg penting mutilasi pelan2 dlm keadaan hidup dan dipertontonkan.

Karakter keempat, gaya megaphone lembaga penegakan hukum. Bicara keras, atraktif dan kalau perlu akrobatik. Gagah tp kadang gagap.

Akibatkan proses hukum sprt infotainment dgn host yg mengatur tutur-kata dan gaya, dan tayangan visual yg dramatik. Masy ternganga.

Jadilah lapangan penanganan kasus hukum sprt arena gladiator yg ditopang sorak-sorai massa penonton. Dramatik, menghibur meski sadis.

Arena gladiator biasanya pemenang dan pecundang sdh diatur sesuai keinginan sang raja.

Jika saja ada yg bisa inventarisir kasus2 hukum yg libatkan aktor2 politik yg menumpuk & mengendap di meja2 itu, anda akan tercengang!

Sang raja punya agenda, begitu pula para patih, demikian juga para wedana, dst. Juga calon2 raja punya agenda juga pastinya.

Tapi perspektif mainstream-nya adalah bgm mengamankan eksistensi paska pesta demokrasi dr kekuatan2 yg berpotensi mengganggu.

Dlm sejarahnya, unsur2 kekuatan muda yg progresif jadi sasaran utama. Meski seringkali sejarah akhirnya munculkan mereka sbg pemenang.

Atau muncul barisan di luar arena gladiator yg muak dgn permainan ini, lalu bersama-2 merobohkan stadion megah yg sudah goyah.

Tapi saudaraku, demokrasi ini kita bangun 14 tahun lalu dgn perjuangan, pengorbanan dan biaya yg besar. Kewajiban kita menjaganya!

Biarkan rakyat dgn bebas dan cerdas menentukan pilihan pemimpinnya nanti. Dan arahkan kontestan berkompetisi dgn fair dan sportif.

Hormati kekuasaan selama mereka mengabdi, tapi nasehati ketika mereka bermain api. Tiap kesalahan punya pertanggungjawabannya sendiri.

Para penegak hukum adalah benteng demokrasi. Jangan anda jebol dinding itu sendiri. Lantaran tunduk pada ambisi dan anarki.

Hukum kami jika salah, tapi jangan cari-2 kesalahan dgn digirng misi. Jk anda mampu berdiri di atas kaki sendiri, rakyat akan simpati.

Sumber : @MahfudzSiddiq
Website Resmi DPD PKS Kota Cilegon. Diberdayakan oleh Blogger.