Panggilan Bilal untuk PKS



Islamedia - Bagi kami kader partai dakwah, pks, shalat berjamaah di Masjid, adalah identitas diri, begitulah para tetangga, masyarakat mengenal kami. dan begitu jugalah cara bangunan bangunan Rumah Allah itu mengenali kami. identitas yang tidak pernah kami pilih sebagai identitas kader, melainkan identitas yang secara alamiah dilekatkan masyarakat kepada kami. identitas itu adalah identitas milik Ummat Islam semuanya.

Bagi kami, kader pks, shalat berjamaah di masjid adalah waktunya kami menjumpai saudara saudara kami, menyambung lagi silaturahim, dan memperkuat rasa dengan dengan para tetangga, dari golongan manapun, dari partai apapun. lima kali sehari, sesering itulah kami diperintahkan menemui saudara saudara kami, menatap wajah wajah cahaya itu, pak marbot, pak imam.. dan menyerap sebanyak mungkin semangat dari wajah wajah cahaya tadi.

Bagi kami, kader pks, Shalat berjamaah di masjid adalah kewajiban harga mati dari Allah, yang kemudian menjadi tugas struktural partai. yang setiap pekan selalu di evaluasi konsistensinya. dan disana, dalam kelompok pengajian pekanan tersebut, hadirlah budaya malu, sebelum malu itu disajikan dalam sidang hari akhirat. kami evaluasi dulu disini.

Panggilan bilal, adalah panggilan Allah. bukan panggilan Polisi, atau Presiden. maka kami, kader pks selalu diingatkan untuk mengindahkan panggilan itu, dimanapun kami berada, sedang apapun kami. Allah menyukai hambanya yang mengambil keringanan, tapi dalam koridor syar'i, perjalanan tak menghalangi kami mengunjungi rumah rumah Allah yang tersebar, ada dimana mana itu. menembus gerimis adalah kenikmatan bagi kami, deras sekalipun, telah lama kami mengenal payung. karena saat hujan itulah, dan di rumah Allah lah, kami mendapatkan posisi paling kuat daya tawarnya, untuk kami mengajukan harapan padaNya.

Dan bagi kami kader pks, masjid adalah tempat kami meminta kemenangan, menyusun proposal kemenangan dakwah. disanalah harapan harapan kami menemukan pintu terdekatnya.

Bagi kami, kader pks, shalat wajib di rumah itu, jauh lebih berat ketimbang melangkahkan kaki kami ke masjid. shalat di tengah atau akhir waktu itu memerlukan energi jauh lebih besar dari pada ketika kami, tinggal datang ke masjid. karena disana semangat semangat jama'ahnya bersinergi membentuk kehusyukannya sendiri. semangat menjadi yang paling disiplin dimata Allah..

Dan kami tidak ingin semudah itu digolongkan sebagai orang orang munafik, hanya karena kami tertinggal Isya dimasjid, atau shubuh..
na'udzubillah, kami bukan termasuk golongan orang orang munafik.
kami bisa bayangkan bagaimana muaknya Hudzaifah ibnu Yaman, ketika Rasulullah membisikinya, daftar orang orang munafik itu.

Dan karena shalat berjamaah di masjid ini adalah identitas yang sudah dihadiahkan oleh masyarakat pada kami, kader pks. maka tak peduli sedang bagaimana kondisi hati kami, kami akan menjaga amanah identitas itu. sebagai modal paling utama buat kami untuk mengajak seluruh tetangga kami untuk memenuhi rumah rumah Allah tersebut.

Dan pada akhirnya, Masjidlah, tempat kami melepas lelah aktifitas dakwah kami. mengisi lagi energi raga kami yang terbatas ini. dengan energi ruhiyah. menata hati kami biar selalu terjaga keikhlasan kami memwujudkan Islam sebagai Rahmatan lil Alamin. merebut kemenangan kemenangan dakwah, untuk membuka sebesar besarnya kemanfaatan, perbaikan, keadilan dan kesejahteraan.

Dan pak guru mengajak: "anak anak, ayo ke masjid"
para pelajar mengajak: "teman teman ayo ke masjid"
buruh bersuara: "rekan rekan, kita rehat shalat Dzuhur dulu di masjid"
pedagang, pns dan seterusnya...
aki Awan


Website Resmi DPD PKS Kota Cilegon. Diberdayakan oleh Blogger.