Sosialisasi Pilgub Banten 2011


Sekitar 700 orang kader inti Partai Keadilan Sejahtera Propinsi Banten menghadiri acara  “Sosialisasi pemenangan Pilgub” dan Sosialisasi Cagub–Cawagub Banten yang diusung oleh Koalisi Keummatan ( PKS, PPP, PBR dan PKNU) di Convention Hall Hotel Permata Krakatau Cilegon tanggal 20 Juli 2011 pukul 08.00- 13.00 WIB. Kegiatan yang diselenggarakan oleh DPW Partai Keadilan Sejahtera Propinsi Banten ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi, kesatuan gerak dan langkah para kader inti PKS se-Banten agar dapat menularkan kembali semangat kemenangan dalam kesatuan langkah dan kerja keras semua kader PKS Banten yang saat ini berjumlah 22 ribu orang lebih menuju kemenangan partai dakwah.
Acara diisi dengan sambutan ketua DPW PKS Banten Irfan Maulidi, Ketua Wilayah Dakwah  Banten, Jakarta, Jawa Barat ( Banjabar) Makmur Hasanuddin, Ketua Fraksi PPP DPRD Propinsi Banten H.M.Sayuti, Cagub-Cawagub Banten H. Jazuli Juwaini dan H.Makmun Muzzaki. Acara ditutup dengan Taujih (nasehat) dari H. Anis Matta, Sekjen Partai Keadilan Sejahtera. Acara ini  mendapat sambutan yang sangat antusias dari seluruh yang hadir dari awal hingga akhir acara.
Irfan Maulidi, selaku ketua DPW PKS Banten  dalam sambutannya yang begitu berapi-api mengajak semua kader PKS se-Banten untuk mulai memasang niat yang ikhlas dan mengerahkan semua kemampuan yang ada baik material maupun spiritual masing-masing kader untuk memenangkan  cagub dan cawagub yang diusung oleh PKS bersama rekan-rekan koalisinya yaitu PPP, PBR dan PKNU. Secara struktural DPW PKS sudah merancang program kemenangan pasangan cagub-cawagub Jazuli-Makmun. Pengalaman pahit sebelumnya bahwa PKS senantiasa diyatimkan oleh calon-calon incumbent  dengan tiadanya rekan koalisi untuk PKS. Upaya sistematis ini dilakukan karena diyakini pihak lawan bahwa keberadaan PKS yang punya kans untuk menang di arena pilkada akan membahayakan kedudukan para penguasa khususnya yang berkuasa secara dinasti. Berkat adanya tekad dan kesamaan langkah akhirnya koalisi keummatan Banten dapat terwujud kendatipun sempat tertatih dengan kendala adanya upaya pihak-pihak lain yang ingin memecah agar koalisi ini tidak terbentuk.
Ada 2 alasan mengapa DPW PKS hanya mengundang kader   inti yang berjumlah sekitar 700 orang dalam sosialisasi ini, yakni :
-     Agar menjadi contoh untuk menggerakkan semua kader, simpatisan untuk mendukung dan memenangkan Pilgub Banten 2011 dengan estimasi 22000 kader bisa merekrut 100 orang pendukung maka kita sudah memiliki 2,2 juta suara . Pada Pilgub 2006 yang lalu rasio kader  PKS Banten adalah 1 : 120 orang. Kader PKS Banten harus bersemangat dan pantang mundur dalam menghadapi segala kecurangan, intimidasi dan hambatan, termasuk hambatan psikologis status sosial masing-masing yang berada pada posisi PNS, pejabat, karyawan BUMN dan lain-lain.
-   Agar para kader yang hadir menjadi orang pertama kali yang mendengar dan menerima informasi  dari  tim   pemenangan Jazuli–Makmun DPW PKS Banten serta menjadi motor penggerak utama. Kader PKS tidak boleh tersekat lagi kebenaran dan partisipasinya karena status karyawan BUMN, PNS atau LSM karena pihak lawan sudah menampakkan keberaniannya. Terbukti pada pendaftaran calon ada yang didampingi hampir semua kepala dinas tingkat propinsi, satpol PP dan PNS yang seharusnya tidak mereka lakukan. Kalau mereka tidak takut dengan kecurangannya, maka kader PKS harus berani tampil untuk mendukung dakwah dalam rangka meninggikan kalimat Allah dan menegakkan kebenaran, kejujuran serta keadilan.
Sementara itu Makmur Hasanudin, ketua Wilda (wilayah dakwah) Banjabar yang hadir pada kesempatan ini juga menerangkan akan pentingnya kemenangan calon yang diusung oleh PKS dalam pilgub Banten kali ini untuk memperbaiki kondisi Banten kepada arah yang lebih baik. Melihat kondisi Banten yang merupakan penyanggah ibu kota negara dan merupakan lalu lintas antara pulau Jawa dan Sumatera maka sangat ironi jika melihat perkembangan Banten yang tidak signifikan. Ini terjadi tentu karena kepemimpinan yang tidak cakap, tidak adil, dan tidak jujur.
“PKS yang baru berusia baligh ini, Alhamdulillah sudah memimpin 3 propinsi dari 33 propinsi yang ada di Indonesia. Ketiga propinsi yang dimaksud adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Jawa Barat. Dilihat dari komposisi total populasi  penduduknya maka sesungguhnya PKS sudah memimpin lebih kurang seperempat penduduk Indonesia secara keseluruhan. “ Demikian ulas Makmur Hasanudin.
Menurut Makmur berkoalisinya PKS dan PPP di Pilgub Banten ini merupakan angin segar bagi perubahan yang sangat berarti di Banten.  PPP yang lebih tua dari usia dan sudah mengakar hingga ke desa-desa akan sangat membantu semangat muda kader-kader PKS menuju kemenangan Pilgub Banten. Lebih dari itu, ini akan mengulang memori manis dimana kejayaan Banten di masa lalu dipimpin oleh seorang Umara yang ahli agama dan berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai kebenaran dan kejujuran.
H.M. Sayuti  selaku ketua Fraksi PPP DPRD Propinsi Banten dan ketua tim pemenangan dari PPP Banten untuk koalisi Jazuli–Makmun menyampaikan apresiasinya atas antusias kader PKS Banten yang begitu penuh kesungguhan menjaga soliditas internal dan mengawal setiap kebijakan pimpinannya. Secara berkelakar Sayuti mengungkapkan  kendatipun PPP usianya sudah tua dan posisi  nasionalnya  di bawah PKS maka PPP turut berbangga karena cucunya yang bernama PKS maju dan bersemangat menggapai kemenangan. “Koalisi keummatan yang ditawarkan oleh PKS dan PPP dan didukung oleh PKNU serta PBR sangatlah relevan dengan kondisi Banten yang religius”, tambah Sayuti.
Menanggapi tentang adanya kader PPP yang menjadi peserta  Pilgub Banten kali ini Sayuti mengatakan itu adalah keputusan pribadi yang bersangkutan. DPW PPP telah melayangkan surat kepada DPP PPP tentang hal ini dan dengan mekanisme yang ada DPW akan memberikan sangsi kepada yang bersangkutan karena tidak mentaati keputusan Rakerwil PPP Banten yang memberikan mandat penuh kepada ketua DPW PPP Banten untuk menetapkan calon dari kader PPP yang akan diusung dalam pilgub banten .
Sementara itu Cawagub Makmun Muzzaki yang merupakan kader PPP Banten dan juga anggota DPRD Banten tampil memperkenalkan dirinya kepada segenap kader PKS Banten yang hadir. Dalam sambutannya Makmun Muzzaki mengupas sejarah dari rencana pembentukan Propinsi Banten yang semula ingin mendasarkan Syari’at Islam sebagai dasar kebijakan di Banten disampaikan oleh para aktivis kampus, RISMA dan ROHIS kepada Bj. Habibie. Belakangan kemudian terjadi tarik-menarik atas usulan itu yang kemudian hanya mencantumkan Iman dan Taqwa dalam moto Propinsi Banten. Menurut Makmun disaat-saat itulah kedekatan PPP dan PKS mulai terbina.
“Melihat banyaknya penyimpangan dalam kebijakan dinasti yang sedang berkuasa maka PPP dan PKS bertekad untuk maju di Pilgub untuk mengembalikan misi dan visi Banten menuju Baldatun Thoyyibatun Warabun Ghofur” demikian papar Makmun lebih lanjut.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen PKS M.Anis Matta menyampaikan sambutannya mewakili DPP  PKS. Anis mengatakan PKS di tahun 1998 saat didirikannya tidak memiliki semua unsur  yang  merupakan  syarat kemenangan bagi suatu parpol yakni dana, jaringan, tokoh, konsep dan ideologi. PKS hanya mempunyai 1 persyaratan saja yakni  ideologi. Tak pernah terpikirkan oleh para analis dan pengamat politik manapun bahwa  PKS yang semula tidak diperhitungkan oleh semua orang ini kemudian menjadi bagian dari Partai Besar di Indonesia.
Menurut Anis modal utama para kader PKS adalah memegang teguh ideologi perjuangan dalam menegakkan kejujuran dan keadilan. Dan maklum bagi PKS even Pilgub merupakan ajang perjuangan dalam dakwah Siyasi (politik).  Anis Mata mengajak kader PKS untuk belajar pada 2 teknik tinju yang dilakukan oleh petinju dunia Muhammad Ali dan Mike Tyson.
Teknik pertama adalah teknik atau tipikal Kuat di ronde-ronde  awal dengan nafsu offensive (menyerang) namun lemah ketika lawan bisa bertahan bahkan menjatuhkan di ronde akhir. Ini adalah tipikal petinju dunia Mike Tyson . Sementara tipikal kedua adalah tipikal stamina yang kuat dari awal hingga akhir dengan tetap memperlihatkan permainan yang cantik di setiap ronde.  Kendatipun laga menjadi lama tapi enak ditonton. Inilah tipikal petinju Muhammad Ali.
Soliditas kader PKS yang terkenal ini bukannya tanpa riak dan geombang, tapi senantiasa menjadi irama dan dinamika PKS untuk semakin giat belajar dari setiap peristiwa baik suka maupun duka, baik pujian maupun cacian atau fitnah. Seperti sebuah pesawat terbang yang terus melaju menerjang badai di dalam perjalanannya. Semua tantangan dan hambatan perjuangan diibaratkan sebagai badai yang menggoncang kita dan sunnatullah kita mesti hadapi dengan sabar dan tetap berjuang tidak kemudian menunggu badai pasti berlalu tapi badai mesti diterjang. Tentu upaya kita akan sia-sia karena keterbatasan energi kita untuk menghadapinya tapi mengadulah kita kepada yang menciptakan badai itu, setelah semua ikhtiar dilakoni barulah tawakal kepada-Nya.
Menurut Anis, di era reformasi seperti sekarang ini  tidak sepantasnya lagi kalau Banten dipimpin oleh dinasti. Karenanya itu kemenangan Jazuli–Makmun adalah untuk merontokkan dominasi dinasti dan melibas habis korupsi .  Kita mesti yakin pada calon kita mesti badannya kecil, karena  dalam fakta sejarah orang-orang pendek itu senantiasa muncul  di tengah-tengah krisis dan menjadi kampium. Masih menurut Anis, Banten saat ini di tengah-tengah krisis. Untuk menjawab permasalahan Banten diperlukan pemimpin Banten yang faham betul tentang ekonomi, mengerti agama dan punya integritas moral dan keberanian mendobrak segala kesewenang-wenangan.( Junaidi )
Website Resmi DPD PKS Kota Cilegon. Diberdayakan oleh Blogger.