Terima Aduan Sekuriti, Tahyar Segera Panggil Pihak Terkait



Cilegon - Sebanyak 33 sekuriti PT Panglima Siaga Bangsa (PSB) yang merupakan perusahaan outsourcing dari PT Indonesia Power Suralaya Cilegon mendatangi gedung DPRD Kota Cilegon untuk meminta hearing atau dengar pendapat dan mengadukan nasibnya kepada dewan, Kamis (10/1/2013). Pasalnya, ke-33 satpam tersebut telah dipecat atau di-PHK sepihak oleh PT PSB.

"Kami sudah mencoba menempuh jalur negosiasi sesuai prosedur yang berlaku atas kejelasan nasib kami, mulai dengan management PT PSB, mereka menolaknya dengan alasan tidak ada waktu. Kemudian kami juga membawa persoalan ini ke Disnaker Cilegon, namun tidak ditanggapi, hingga akhirnya kami mengadu ke dewan meminta hearing,” tutur Jaenal, Ketua PUK FSPSI-Ref Security Indonesia Power.

Dalam kesempatan itu juga, Sekertaris PUK FSPSI, Supriyadi menegaskan, bahwa informasi yang diterimanya, pengganti dari ke-33 orang tersebut sudah ada penggantinya. "Saat kami di-PHK, ternyata pengganti kami sudah disiapkan oleh pihak perusahaan," ujar Supriyadi dengan geram.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon, M Tahyar, mengaku telah menerima pengajuan surat permohonan hearing dari puluhan pekerja outsourcing PT PSB. ”Benar mereka datang ke komisi II terkait masalah PHK sepihak yang dilakukan oleh PT PSB. Kita akan tindak lanjuti secepatnya dan memanggil pihak terkait, seperti management Indonesia  Power, PT PSB, Disnaker dan karyawan yang di-PHK", ujar politisi PKS tersebut.  (Dikutip dari beritacilegon.com)
Website Resmi DPD PKS Kota Cilegon. Diberdayakan oleh Blogger.