Money Politik Dominasi Pilkada








“Salah satu analisa yang dilakukan oleh DPP membuktikan fakta di lapangan bahwa semakin sempit wilayah pemilihan semakin besar peluang terjadi permainan uang atau money politic dalam mempengaruhi perilaku pilihan masyarakat saat pemilihan kepala daerah”, seperti disampaikan Pak Bowo, sapaan akrab BS. Wibowo mewakili pengurus pusat (DPP) PKS dalam acara Diklatpim di SKI, Sabtu-Ahad tanggal 28-29 Januari 2012.

Menghadapi permainan politik semacam ini, Bowo menegaskan agar PKS tidak mudah terprovokasi. Hal yang perlu dikuatkan adalah basis sosial keberadaan kader. Cara inilah yang paling ampuh dalam melawan pengaruh uang.

Salah satu peserta membenarkan bahwa di Cilegon juga terjadi demikian. Contoh paling nyata adalah pada Pilgub (Pilihan Gubernur) Banten beberapa bulan kemarin, suara PKS anjlok bahkan jauh di luar dugaan. Ketika ditelusuri ternyata ada oknum yang bermain membagi-bagikan amplop sehari sebelum pemilihan. Bahkan dilakukan di siang hari. Jadi modus money politic berkembang, sekarang tidak hanya “serangan fajar” tapi ada juga “serangan zuhur”.

Pak Bowo berbagi pengalaman ketika beberapa pengurus DPP berkunjung ke Kelantang, salah satu negara bagian Malaysia. Suara partai “PAS” di Kelantang terus stabil mendominasi selera pilihan masyarakat. Padahal dari pemerintah pusat Malaysia membatasi bantuan dan fasilitas bagi Negara Bagian ini karena dinilai memiliki perbedaan politik dengan pusat. Setelah ditelusuri, ternyata ada tokoh yang sangat kuat dan menjadi figur di tengah-tengah masyarakat Kelantang. Tokoh ini benar-benar menjadi magnet dan dirasakan keberadaannya sehingga selalu memenangi pemilihan pemerintah lokal.

Website Resmi DPD PKS Kota Cilegon. Diberdayakan oleh Blogger.